Ada Simbol Kapitalisme di Kota Nabi

By 05.32.00



Ternyata, secara sistemik dan terstruktur jaringan kapitalisme modern merambat kemana-mana, hatta ke Kota Nabi sekalipun. Sebagaimana kita ketahui dalam literatur Islam Kota Madinah juga di kenal dengan sebutan Madinaturrasul  alias Kota Rasul.

Ke  kota inilah setelah menyelesaikan ibadah haji  tamatu’ saya berkunjung.

Ada dua prioritas utama saya selama di Kota Madinah, beribadah di Mesjid Nabawi --- Mesjid kedua yang dibangun Nabi setelah Mesjid Quba --- dan berziarah ke makam Saidil Mustafa Rasulullah Muhammad SAW.Makam Rasulullah dan Mesjid Nabawi berada dalam satu komplek.Selebihnya ya mengunjungi sejumlah situs  sejarah yang ada di Kota Madinah dan sekitarnya.

Madinah secara pelan dan pasti terus bergerak menjadi kota modern dengan sama sekali tanpa meninggalkan aura spritualitasnya. Fasilitas hotel yang ada di Madinah sudah sangat memadai. Hotel-hotel yang ada di sekeliling Mesjid Nabawi rata-rata berbintang empat dan lima. Salah satu hotel bintang lima yang ada dekat Mesjid Nabawi adalah Hilton Hotel.

Saya sengaja menyebut nama Hilton Hotel karena melalui tulisan ini saya ingin mereportase geliat jaringan kapitalisme global di Kota Nabi itu. Tidak hanya di Madinah, jaringan kapitalisme  global ternyata juga bergerak bebas, aman dan sistematis di Kota Mekkah, lebih-lebih lagi Kota Jeddah.

Sebagaimana kita ketahui, Hilton Hotel, ayam goreng cepat saji KFC, Pepsi, Coca Cola, serta jaringan kedai kopi Starbuck adalah produk pasar jaringan kapitalisme global.
Dalam ranah  harakan islamiah, misalnya dalam sikap politik yang direpresentasikan oleh aktifis Hizbuttahrir serta sejumlah pegiat dakwah lainnya di Indonesia, produk-produk kapitalis di atas dianggap merugikan sikap politik umat Islam universal, karenannya memboikot produk-produk itu merupakan keniscayaan.

Alasannya sederhana, konon disamping kepemilikan produk itu komunitas Yahudi, kebijakan CSR perusahaan-perusahaan kapitalis tersebut juga  sering lebih mendukung kebijakan Zionis Israil dalam hal pendudukan Pelistina.

Bagi mereka yang anti kapitalisme dan segenap produk pasarnya, menggunakan produk-produk kapitalisme tersebut sama maknananya dengan menzalimi kaum muslimin Pelistina. Karena dana CSR dari perusahaan-perusahaan kapitalis tersebut dialirkan ke Negara Zionis yang selanjutnya Zionis Israel menggunakannya untuk membunuh umat Islam Pelistina. Karena  itu, setiap ada  demontrasi solidaritas untuk Pelistina di tanah air selalu saja ada selebaran list produk-produk kapitalis yang “haram” dibeli dan digunakan oleh umat Islam. Di antaranya  ya Hilton Hotel, KFC, Pepsi, Coca Cola, Starbuck dan lain sebagainya.

Tahukah Anda, ternyata di  Kota Nabi (Madinah Al Munawwarah) juga di  Mekkah Al Mukarramah sangat mudah menemukan produk-produk kapitalisme itu. Sama sekali tidak sulit mencarinya.
Begitu keluar dari pintu selatan Mesjid Nabawi arah jalan ke Hotel Anwar Al Madina  Movenpick, seketika aroma kopi starbuck langsung menusuk hidung saya.

Starbuck sebuah perusahaan kopi atau jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di Seatle, Washington berdiri megah dan gagah tak jauh dari Makam Nabi yang satu komplek dengan Mesjid Nabawi.

Saya sempat berpikir, kenapa ya sejumlah pihak di tanah air menentang keras --- sekalipun kadang-kadang secara sembunyi-sembunyi menggunakan juga ---  berbagai produk kapitalisme itu?.

Sebaliknya, kenapa ya Kerajaan Saudi Arabia dengan ideology salafinya yang terkenal radikal membiarkan simbol-simbol kapitalisme “mengotori” kota Nabi, juga Kota Mekkah yang mulia?.

Mungkin jawabannya sederhana saja. Seiring  perkembangan dunia yang semakin mengglobal, para “pembela syari’at”  di Saudi Arabia pun kini berpikir praktis:  “Soal selera kuliner tidak ada kaitananya dengan ideologi”. Alasan historis mereka juga membenarkan itu, bukankah ketika di Madinah dulu Rasulullah dan sahabatnya juga pernah bekerjasama dengan Yahudi yang mungkin sebagian dari keturunan Yahudi Madinah itu  saat ini menjadi owner dari sejumlah produk kapitalisme itu.

Anda penikmat Starbuck , KFC, Pepsi, Coca Cola serta produk-produk kapitalis lainnya?.Anda tidak perlu susah-susah ketika mengunjungi Mekkah dan Madinah.  Di dua tanah haram itu,bahkan di Arafah (tempat pelaksanaan puncak haji)  semua produk itu tersedia di setiap pojok. 
      
Sambil menghisap cerutu di tempat  peristirahatananaya di Amerika Serikat, sambil senyum sinis elit-elit kapitalis global mungkin berkata dengan bangga: “Kami boleh saja tidak kalian izinkan masuk ke Tanah Haram, tapi berbagai produk kami --- termasuk yang mengandung alkohol ---akan terus menguasai wilayah-wilayah yang diharamkan Tuhan mu itu!. Ha.. ha..ha. []

Baca juga yang lainnya

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda...