Jejak Ramalan Rasul di Istanbul

By 22.24.00



Perjalanan saya ke Istanbul adalah bagian dari paket perjalanan ibadah umrah plus Turki   yang telah kami rencanakan jauh hari. Begitu tiba di Istanbul, hal pertama yang saya rasakan adalah ketakjuban  saat melihat suasana Kota Istambul dengan keindahan arsitektur kotanya. Aura sebuah kota peradaban lintas zaman  serta ibukota kekaisaran yanag silih berganti dari  masa ke masa itu segera terasa begitu menyengat.

Lama sudah cita-cita dan keinginan saya berkunjung ke Istambul. Magnet utama yang terus menerus menarik saya  agar melakukan destinasi ke Turki khususnya Kota Istanbul adalah untuk melihat jejak ramalan Rasulullah Saw dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad.

Dalam hadits tersebut  diceritakan bahwa  Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, “Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, tiba-tiba Nabi ditanya tentang kota manakah yang akan  dikuasai terlebih dahulu oleh umat Islam:  Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu dikuasai” (H.R. Ahmad bin Hanbal al-Musnad 4/335).

Heraklius adalah Raja Romawi Timur atau Bizantium  yang ketika itu beribukotakan Konstantinopel. Kemudian Rasulullah Saw berkata lebih lanjut. “ Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin  (panglima perang) yang akan menguasai Konstantinopel adalah penakluknyanya dan sebaik-baik  pasukan yang mengalahkan Kontantinopel adalah pasukannya”. (H.R. Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim).

Konstantinopel dijadikan ibukota Kerajaan Bizantium pada tahun 330 M oleh Raja Konstantin Agung. Konstantinopel bermakna Kota Raja Konstantin.

Saat berdiri di tengah Taman Taksim Gezi Istambul, saya seperti merasa halunisasi seakan-akan suara Rasul seperti dalam hadits di atas terngiang-ngiang di telinga saya: “Kalian pasti akan menaklukkan Konstantinopel!”. Dan memang benar, Kota Konstantinopel yang sekarang bernama Istambul itu telah menjadi  salah satu pusat aktifitas umat Islam dunia, bukan lagi sentral Kristen Ortodok Yunani  seperti halnya di masa kejayaan Romawi Timur/ Bizantium (11 Mei 330 – 29 Mei 1453) dulu.

Ramalan Rasulullah  di atas bahwa konstantinopel/ Istanbul akan ditaklukkan umat Islam menjadi kenyataan setelah  825 tahun kemudian. Semasa Rasul hidup, pada tahun 6 H/627 M Rasulullah Saw pernah mengirim surat ajakan masuk Islam kepada Heraklius, Raja Bizantium di Konstantinopel.

Setelah membaca surat Nabi itu,  Heraklius memang tidak jadi masuk Islam. Namun insting dia akan kebenaran Islam dan kerasulan Muhammad SAW  segera muncul . Dengan suara dan badan bergetar  Heraklius ketika itu  berkata, ” Dia (maksudnya Rasulullah Saw) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini.”.

Paska Rasulullah  SAW wafat , sejak masa Khalifah Bani Umayyah sampai  Kekhalifahan Turki Usmani telah dilakukan penyerangan terhadap Konstantinopel selama 29  kali. Bahkan salah seorang sahabat Rasulullah, Abul Aiyub Al-Anshari syahid dalam penaklukan dan kini kuburannya terdapat  dikaki bukit bekas benteng Kontasntinopel yang sekarang menjadi wilayah Kota Istanbul. Menjelang kesyahidannya,  dengan sadar  ia meminta, “Kuburkan aku disini, agar ada alasan umat setelah ku kembali lagi untuk  merebut kota ini ”.

Dalam interval waktu 825 tahun  kemudian  Konstantinopel baru berhasil ditaklukkan umat Islam  tepatnya pada  jam 3 pagi  hari Selasa , 20  Jumadil Awal  857 H/ 29 Mei 1453 M di bawah pimpinan panglima perang terbaik  Sultan Muhammad Al-Fatih,  Khalifah Turki Usmani yang ke 7.
Begitu masuk Konstantinopel,  Al-Fatih langsung menuju  Aya Sofya, gereja besar di kota itu. Al-Fatih memerintahkan  agar gereja itu dialihfungsikan menjadi mesjid dengan nama Aya Sofya Camil Kabir, Mesjid Besar Aya Sofya. Dia juga memerintahkan agar Konstantinopel diubah nama menjadi Islambul, yang berarti Kota Umat Islam.

Ketika Kekhalifahan Turki Usmani runtuh  akibat ekses perang Duni II dan gejolak internal Turki, kemudian kaum Turki muda dibawah kepemimpinan  Kemal Attaturk pada tahun 1923 M  mendirikan  Republik Turki Modern dan menyatakan pembubaran Kekahlifahan Turki,  maka Mesjid  Besar Aya Sofya pun kemudian diubah statusnya menjadi museum Aya Sofia sampai hari ini. Nama Kota Islambul diubahnya menjadi Istanbul, perubahan nama secara psykologis diharapkan oleh Kemal Attaturk yang sekuler itu dapat mengikis peran Islam di Turki secara umum. Ibu Kota Republik Turki pun dipindahkan daari Istanbul ke Ankara.

Sekalipun Turki kini masih bersatus republik sekuler,  namun dari Kota Istanbul saya melihat cahaya kebangkitan kembali Islam di bekas wilayah Khalifah Turki Usmani ini sangat menggembirakan.
Istanbul sebagaimana mayoritas kota lainnya di Turki adalah basis pendukun Paartai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berideologi Islam. Kini di Turki, baik Presiden maupun Perdana Menterinya, termasuk Walikota Istanbul adalah kader AKP.

Istanbul alias Konstantinopel adalah bukti kebenaran nubuwwah  Rasulullah SAW. Rasulullah dalam hadisnya  menjanjikan bahwa pada suatu masa umat Islam akan menduduki/menguasai  Kota Konstantinopel dan Roma --- dua kota episentrum  Kristen Ortodok Yunani dan Katolik Roma.  Penguasaan atas Istanbul/Konstantinopel telah menjadi kenyataan.  Kita tunggu janji Allah menjadi kenyataan pada masanya nanti umat Islam akan kuasai Kota Roma. Insya Allah!.

Di  kota ini, di Istanbul saya saya melihat begitu banyak jejak kejayaan umat Islam masa lalu dan sasa juga  saya merasakan dan melihat  jejak kebenaran ramalan atau basyirah  Sang Nabi. Semoga dari Kota ini pula kejayaan  dan kehormatan umat Islam  di seantero  dunia kembali terbuhul. Semoga![]


Baca juga yang lainnya

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda...