Mekkah Kota Haram, Jeddah Kota Halal

By 22.40.00



Kota Jeddah adalah lokasi destinasi ketiga yang saya kunjungi  setelah Kota Mekkah dan Madinah selama menunaikan ibadah haji.

Perbedaan antara  Kota Mekkah dan Madinah dengan Kota Jeddah  seperti siang dan malam. Kota Mekkah seperti halnya juga Kota Madinah adalah dua kota yang sangat ketat menegakkan aturan syariat. Nuansa spritualnya sangat terasa dan kental.

Mekkah dan Madinah adalah dua zona yang dinyatakan sebagai haramain  atau dua tanah haram. Setiap non muslim dengan alasan apapun tidak diperkenankan memasuki wilayah dua tanah suci ini.

Sedangkan Jeddah sekalipun masuk dalam wilayah teritotial Arab Saudi, daerah ini berada di luar radius dua  tanah haram di atas. Sekalipun di setiap waktu shalat kita dapat mendengar dengan nyaring  gema azan dari berbagai penjuru kota, namun kehidupan dan dinamika Kota Jeddah terlihat begitu liberalis. Memasuki Kota Jeddah di waktu siang, lebih-lebih lagi di waktu malam rasanya seperti memasuki sebuah kota yang gersang spritualitas. Kontras sekaligus antithesis dari Kota Mekkah dan Madinah.

Di kota ini  sangat mudah kita dapati berbagai aktifitas yang berbeda  dengan di Kota Mekkah dan Madinah. Dari amatan saya, gaya dan tipikal kota dan sebagian besar  warga Jeddah tidak berbeda dengan Jakarta. Semuanya bebas lepas dengan segala  akatifitas dan kehendak masing-masing tanpa perlu capek-capek merujuk pada kaedah-kaedah agama.

Kalau di Kota Mekkah dan Madinah tidak  pernah kita jumpai para wanita tanpa jilbab, maka di kota pelabuhan ini wanita-wanita berambut pirang tanpa kerudung jamak kita dapati.  Wanita-wanita tanpa menutup aurat dan berpakaian ketat  lalu lalang dengan santai di lobi-lobi  hotel. Begitu juga dengan sejumlah laki-laki yang bercelana pendek.

Otoritas keagamaan yang dikendalikan ideologi Wahabi nampaknya tidak dioperasionalisasikan secara efektif di kota ini. Tidak seperti di Mekkah dan Madinah, otoritas keagamaan Pemerintah Saudi begitu ketat menjaga dan mengawal  setiap gerakan dan moralitas  personal yang ada di kedua tanah haram itu. Di Kota Jeddah hanya ada persepsi “sederhana” dari Pemerintah dan masyarakat Saudi: bahwa yang tidak menutup aurat --- yang wanita berbaju abaya saja tanpa kerudung sedangkan yang laki bercelana pendek ----- itu adalah non muslim. Mereka tidak diganggu sepanjang tidak melanggar hukum positif di negeri itu.  Sebagai kota dunia sekaligus kota terbuka, maka Kota Jeddah dinyatakan sebagai kota halal bagi siapa saja.
Di  kota ini negara-negara asing yang memiliki hubungan diplomatik dengan Arab Saudi membuka sejumlah  kantor konsulatnya, termasuk Indonesia. Sedangkan kantor kedutaan  ada di Riyadh ibukota Arab Saudi. Kota Jeddah  merupakan  pusat perekonomian  dan perindustrian Arab Saudi yang didukung oleh Pelabuhan Jeddah dan Bandara Udara King    Abdul Aziz.

Kerajaan Saudi Arabia sebagai negara Islam yang berkomitmen menegakkan syariat Islam ternyata juga tidak mampu menutup diri secara totalitas dari anasir-anasir mu’amalah  (hubungan social internaasional)  yang non syar’i. Betapa karena pertimbangan fasilitasi, koneksi dan kenyamanan berinvestasi  negara-negara asing non muslim,  Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah  dengan sangat sadar memfasilitasi Kota Jeddah sebagai ‘tanah halal”.

Banyak hal yang sesunggungguhnya “diharamkan”  syariat Islam telah  “dihalalkan” Pemerintah Saudi di kota ini. Andai kebebasan pers serta keleluasaan LSM Saudi Arabia  bersuara dan berteriak seperti di Aceh, maka sungguh sangat banyak daftar kritik yang dapat disampaikan pers dan LSM Saudi Arabia kepada pemerintah mereka terkait implementasi Syari’at Islam di kota ini.

Di beberapa  tempat di Kota Jeddah di kala malam,  seakan-akan  kota ini bukan penggalan tanah yang merupakan bagian dari Saudi Arabia, sebuah negara syariat yang ditopang penuh  ulama-ulama Wahabi yang konon dikenal konservativ. Seakan dengan dinamaika Kota Jeddah yang demikian, kota ini  sepert berlokasi di  Thailand atau Filipinan atau di lokasi-lokasi binal lainnya di dunia.
Mungkin ada yang bertanya, bagaimana sih  perbedaan suasana antara  Kota Jeddah dengan Makkah dan Madinah?.

Dengan sederhana saya hanya bisa menjawab:   Di Mekkah dan Madinah aura spritualitas begitu terasa, kita begitu  menyesali dosa dan merindukan keampunan-Nya. Sedangkan di Jeddah --- bila kita tidak menjaga hati ---  kita akan  segera melupakan hari  kematian dan kehidupan akhirat. Kita dapat saja lupa  baru  berhaji dan berumrah.  Ketika di Mina para ibu-ibu dengan emosional melempar jamarah,  di Kota Jeddah para ibu-ibu terlihat begitu “emosional” dan tidak terkendali melempar rial untuk berburu belanja.

Pemerintahan Wahabi di Saudi Arabia super cerdas dengan win-win sulotions nya. Di Mekkah dan Madinah terlihat “wajah” Pemerintah Saudi yang begitu syar’i dan spritualis. Sedangkan di Kota Jeddah “wajah” Pemerintah Saudi begitu duniawi. Mekkah dan Jeddah, satu negara dua rasa. []

Baca juga yang lainnya

2 komentar


  1. Hi would you mind letting me know which webhost you're utilizing? I've loaded your blog in 3 completely different browsers and I must say this blog loads a lot faster then most. Can you suggest a good internet hosting provider at a fair price? Thanks a lot, I appreciate it! aol mail sign in

    BalasHapus
  2. Assalamu alaikum wr.wb. Salam sejahterah untuk kita semua... perkenalkan nama saya ABDUL ROCHMAN Alamat. Desa sukowilangun Kec. Kalipare Kab. Malang. duluh kerja di taiwan sebagai TKI selama 3 thn, saya berterima kasih banyak kpd teman saya yg ada di singapura..! Berkat postingan dia disalah satu webs yg saya baca, saya bisa kenal namanya MBAH DUIHANTORO guru spiritual pesugihan uang gaip dan nomor togel 4D/6D... pikir-pikir kurang lebih 2 thn kerja jd TKI di taiwan hanya jeritan batin dan tetes air mata ini selalu mengharap tapi tdk ada hasil sama sekali, mana lagi dapat majikan galak. Salah sedikit kena marah lagi,, tiap bulan dapat gaji hanya separoh saja. Itupun tidak cukup untuk biaya keluarga di kampung, tp saya beranikan diri tlp nomor MBAH DUIHANTORO di nomor 0852 9846 3149. Untuk minta bantuannya melalui DANA GHAIP nya. Syukur alhamdulillah benar-benar terbukti sekarang. Terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini, saya sudah bisa pulang ke kampung halaman buka usaha skrg. Jika teman minat butuh bantuan MBAH DUIHANTORO silahkan hubungi sekarang demi alloh ini.
    https://pesugihangaibnyata77.blogspot.com/?m=1

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar anda...