Menara Jam & Zona Magnet Nol

By 00.15.00

Menara Jam Raksasa itu berdiri tegak di sisi Baitullah, Mekkah Al-Mukarramah. Dari berbagai sudut dapat dilihat  sebuah tower dengan ketinggian 662 meter berdiri kokoh menjulang tinggi. Tower yang berdiri tegak pas di depan pintu King Abdul Azis (pintu 1 di bagian selatan) Masjidil Haram  tersebut  terbuat dari beton dengan puncak menaranya   dari logam berbentuk bulan sabit setinggi 155 meter persegi.  Tower ini memiliki 858  kamar suite yang pemandangan dari jendela  menghadap ke Masjidil Haram.

Itulah bangunan yang selama ini oleh jamah umrah dan  haji   diceritakan sebagai Menara Jam Raksasa  atau sebutan kren nya  The Mecca Royal Clock Tower . Di puncak tower itu tertempel  dengan jelas hiasan  emblem pedang yang bersilang dan pohon palem sebagai simbol Kerajaan Saudi.  Jam raksasa ini terdiri dari empat segi dan terlihat  dari seluruh penjuru Mesjidil Haram. Masing-masing segi berdiameter 41 meter dan terbuat dari keramik berteknologi tinggi yang dipasang pada ketinggian 662 meter.

Tower  ini mengalahkan menara Taipei 101 yang berketinggian 509 meter, tetapi masih di bawah Burj Khalifa, pencakar langit di Dubai dengan ketinggian 825 meter.
“Ketinggian tower ini nomor dua di dunia setelah Burj Khalifa Dubai”, jelas Ustadz Mahlil Nasution , seorang Mutawwif  (pembimbing haji)  PT. Kharissa Tour & Travel Jakarta yang mendampingi saya selama ibadah haji.

Menurut  Mahlil  jam raksasa di dekat  Masjidil Haram  ini mengalahkan  jam raksasa di Mall Cevahir Istambul, Turki, berdiameter 36 meter yang dipasang di atas komplek pusat perbelanjaan ibu kota pusat bekas   kekhalifahan  Turki Usmani itu. Jam ini juga disebutkan  lebih besar enam kali diameternya  dibandingkan jam  Big Ben  di London, Ingggris.

Pada masing-masing jam raksasa  itu  dilengkapi tulisan Allahu Akbar, Lailahaillah Muhammadurrasulullah, Allahumma shalli ‘ala Muhammad serta laa haula wala quwwata illa billahil’aliyil’azim yang muncul secara bergantian dengan huruf besar dan menonjol   yang terletak di atas dan bawah  jam serta dihiasi lampu warna warni.

Jam raksasa ini punya banyak keisimewaan. Suara azan yang keluar dari dari jam itu  dapat  terdengar hingga tujuh kilometer. Sementara  nyala lampu hijau dan putih saat azan dapat terlihat  hingga jarak 30 kilometer. Wajah jam juga dapat berganti warna. Bila siang wajah jam berwarna putih. Ketika  malam menjadi   hijau dan putih. Jam yang disebut-sebut sebagai proyek mercusuar Pemerintah Arab Saudi  ini akan terlihat  dari jarak 17 KM saat malam hari dan 11-12 KM di siang hari.

The Mecca Royal Clock Tower  adalah obsesi sekaligus ambisi Kerajaan Saudi Arabia. Menurut Ustad Mahlil  ide pembuatan jam raksasa itu bermula dari Konferensi Doha. Pada tahun 2008, di Doha, Qatar, sejumlah ulama dan ilmuan muslim melaksanakan konferensi. Konferensi tersebut  berdasarkan uji akademik bersepakat bahwa Mekkah merupakan pusat bumi.

Rekomendasi konferensi  ini sekaligus antithesa  terhadap pendapat yang selama ini menyebutkan  Greenwich sebagai pusat bumi yang disepakati oleh negara-negara Barat tahun 1884. Masih menurut Ustadz Mahlil yang lama belajar agama di Yaman dan telah  delapan tahun menjadi muqimin  di Arab Saudi sekaligus alumni Universitas Ummul Qura Mekkah itu  menjelasakan bahwa  ulama besar asal Mesir Yusuf Al-Qardawy  juga sepakat  bahwa  Mekkah merupakan garis bujur utama  karena sangat sejajar dengan kutup utara. Mahlil juga menyebutkan bahwa  klaim Mekkah sebagai zona magnet nol juga didukung ilmuan Arab seperti Abdeel Baset Al-Sayyed dari Pusat Penelitian Mesir.

Semangat dari konferensi itulah yang mendorong pembangunan The Mecca Royal Clock Tower. Karenanya, selain diharapkan menjadi panduan waktu bagi 1,5 milyar umat Islam di dunia,  jam raksasa ini   juga diharapkan  menjadi standar waktu alternatif selain Greenwich Maen Time (GMT).
“Ya, ada semangat izzul islam wal muslimin  dibalik proyek mercuasuar ini”,  kata Ustadz muda kelahiran Medan itu.

The Mecca Royal Clock Tower  ini berada di Komplek Abraj Al-Bait. Kompleks  ini sendiri terdiri  atas tujuh menara  yang memiliki lebih kurang 76  lantai serta  3.000 kamar hotel dan apartemen. Ditambah lima gedung pusat perbelanjaan  serta 1,5 juta meter  persegi untuk lobi.

Di tempat ini juga terdapat apartemen mewah, sebagian besar didesain  agar dapat melihat langsung Mesjidil Haram. Konon kompleks ini dibangun oleh pengembang Bin Laden Group dengan dukungan dua insinyur dari Jerman dan Swis yang membawahi para ahli  dari berbagai negara Eropa dan dunia.

Dari penjelasan Ustadz Mahlil  disebutkan bahwa proyek ini merupakan bagian  dari rencana Kerajaan Saudi  untuk mengembangkan Mekkah agar mampu menampung  lebih banyak lagi jamaah haji di masa-masa yang akan datang.

Untuk memudahkan pengunjung, menara jam ini dilengkapi elevator. Anda ke Mekkah ?.  Silakan menikmati menara tertinggi nomor dua di dunia itu !.[]

Baca juga yang lainnya

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda...