Catatan Harian: Bagimana dengan “Konser Bergek” di Rumah Kita

By 20.51.00




Senin, 11/04/2016.



Sampai hari ini silang pendapat soal pelarangan konser Bergek masih mengemuka, baik di media cetak maupun on line. Dua pemerintah daerah, Aceh Barat dan Lhokseumawe telah melarang Bergek konser di dua wilayah ini. Alasan kedua Pemda tersebut jelas banget: Tidak sesuai Syariát Islam.

Seorang Pemilik aku social bertanya genit, “Kalau nanti saat Pilkada Konser Bergek dalam rangka mendukung kandidat tertentu boleh nggak ya..?”.

Kadang, ketika alasan yang dikemukakan untuk melarang sesuatu itu adalah Syariat Islam maka  kita sering sesak nafaf untuk membantahnya. Tentu, jika alasannya demikian dan bukan untuk sebuah pencitraan politik, maka upaya dua Pemda tersebut di atas dengan penuh keyakinan mengawal tegaknya Syariat Islam  di Aceh sangatlah layak kita dukung bersama.

Tetapi ada hal yang harus menjadi perhatian kita juga. Bahwa melarang Bergek konser di lapangan terbuka dengan alasan untuk menjaga kemaslahatan umat diyakini sebagai tindakan yang benar, maka akan lebih benar lagi bila Pemerintah Daerah dengan alasan yang sama juga menertibkan “Konser Bergek” di hampir setiap rumah orang Aceh di setiap habis Magrib melalui saluran televisi.

Lirik lagu dan formasi goyangan biduan minus busana di televisi itu tidak kalah menggoyang iman orang Aceh di setiap malam dibandingkan dengan Konserr Bergek. Kalau Bergek dilarang, maka Pemda juga harus berpikir bagaimana konser dangdut setiap malam di televisi yang juga dinonton ribuan umat Islam Aceh dengan asyik maksyuk dapat dibatasi.

Jangan sampai, di lapangan terbuka umat dilarang nonton konser, tapi di masing-masing rumah setiap malam melalui televisi bebas merdeka menonton konser yang tidak kalah hot nya.

Dengan kata lain, kita haru memiliki sikap sama : Tidak boleh benci tapi rindu. []





Baca juga yang lainnya

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda...