USTADZ MARZUKI BATAL MAJU SEBAGAI CAWALKOT BANDA ACEH; Kemana Gerbong di Belakangnya Diarahkan?

By 01.38.00


Kota Banda Aceh memang tidak terlalu luas. Tetapi kepadatan kota dan kesibukan masing masing dapat menyebabkan sesama kawan sulit dan jarang berjumpa.

Kondisi ini juga melingkupi hubungan silaturrahmi saya dengan Ustadz Marzuki Hasyim. Buhul pertemanan dan silaturrahmi di antara kami telah lama terpaut, namun kesibukan personal masing masing kami menyebabkan kami jarang bertemu secara fisik. Namun secara batiniah kami terus terkoneksi, karena kami selalu saling mendoakan untuk kebaikan.

Kemarin, di hari raya pertama Idul Fitri kami bertemu di suatu tempat. Tidak ada yang berubah dari ustadz muda satu ini, kecuali terlihat semakin muda dan tambah ganteng. Yang lainnya masih seperti dulu: murah senyum, hangat dan sangat ramah.

"Saya memutuskan tidak maju sebagai calon walikota Banda Aceh", kata Ustadz Marzuki di sela_sela silaturrahmi kami itu.

Bagi saya penegasan itu adalah sekaligus konfirmasi terhadap kelanjutan jalan politik yang akan ditempuh ustadz Marzuki. Karena beberapa waktu yg lalu ketika kami bertemu, Ustadz Marzuki pernah menegaskan sikap nya utk memperbaiki keadaan di Kota Banda Aceh dengan sebuah ijtihad politik bertarung memperebutkan Banda Aceh 1 pada Pilkada 2017.

Ternyata, setelah berpikir panjang dan juga mungkin shalat istikharah berkali kali, ustadz Marzuki akhirnya membatalkan niatnya itu.

"Ya sudah tidak apa apa, semoga pilihan ini yg terbaik, lagian memperbaiki Banda Aceh kan tidak mesti jadi walikota", kata saya menanggapi penegasan Ustadz Marzuki itu.

Ustadz Marzuki mengakui sebenarnya dari sisi konsolidasi potitik terkait dukungan dari grassroad sudah dipersiapkannya secara maksimal. Simpul simpul dukungan publik telah dibangun dan dipeliharanya dengan baik. Marzuki yakin bila jadi maju dengan izin Allah dan dukungan banyak pihak akan membuahkan hasil.

Sebenernya tidak jadinya ustadz Marzuki maju sbg calon walikota banda aceh, menyisakam dua hal : rasa senang dan kecewa.

Bagi calon yg sudah pastikan maju sebagai calon walikota Banda Aceh, tidak jadi majunya ustadz Marzuki marzuki adalah sebuah rasa senang sekaligus peluang. Karena ada yg memprediksikan, bila ustadz Marzuki maju, baik sebagai cawalkot atau cawawalkot, beliau adalah pesaing berat bagi siapapun. Karena, konon di belakang beliau ada deretan gerbong dukungan simpul masyarakat banda aceh. Apalagi sehari hari beliau adalah penceramah yg digemari.

Sedangkan pihak yg kecewa sudah pasti adalah mayoritas kelompok masyarakat yg selama ini mengharapkan ustadz Marzuki memimpin banda aceh kedepan dan selama ini telah berikhtiar agar Ustadz Marzuki maju dalam Pilkada kali ini.

Tapi yang jelas Tgk Marzuki telah bersikap, bersikap utk memilih dari salah satu pilihan hidupnya itu.

Sambil makan mie kocok di tempat kami berlebaran kemarin, Saya bertanya kepada ustadz Marzuki, " Jadi Pendukung dan pemilih setia ustadz di Kota Banda Aceh yg sebelumnya akan memilih ustadz akan di arahkan kemana?".

Dengan santai dan penuh yakin, Ustadz Marzuki mengatakan, " Saya akan mengarahkan umat yang selama ini bersama saya untuk mendukung ......", tegas Ustadz Marzuki menyebutkan salah satu kandidat yang telah menyatakan maju dalam Pilkada banda aceh 2017.

Nah, Saya kira ini kesempatan bagi para kandidat calon walikota Banda Aceh untuk membangun aliansi dengan Ustadz Marzuki, sehingga pada Pilkada 2017 nanti gerbong yang ada di belakang ustadz muda ini dapat diarahkan kepada calon yg berhasil merebut hatinya.

Dengan kata lain, barangkali, siapa saja yang berhasil "membuat kesepakatan" dengan Ustadz Marzuki maka dialah yg berpotensi memenangkan tiket ke kursi Banda Aceh 1 pada Pilkada 2017.
Nyan ban, Salam Idul Fitri ! [].


Baca juga yang lainnya

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda...