SOE TA PILEH KALI NYOE PAK ?

By 00.58.00



Saya baru saja merebahkan badan memanfaatkan akhir pekan untuk tidur siang. Tiba tiba isteri saya buru buru masuk kamar memberitahukan ada tamu yang minta bertemu.

Saya bertanya ke isteri, siapa dan keperluannya apa?.

Sang isteri mengabarkan bahwa tamu di luar itu orang sekampung yang mengantar ke rumah kami Formulir A.A.1 - KWK atau yang dikenal Tanda Bukti Pendaftaran Pemilih untuk Pilkada 2017. Artinya, secara resmi saya dan isteri telah teregistrasi sebagai salah seorang warga yang akan menggunakan hak politik untuk mencoblos pada Pilkada yang akan datang.

"Ya udah, jangan termenung, cepat keluar tidak baik membiarkan tamu lama menunggu", "Instruksi" bunda anak anak saya tersebut seperti menyadarkan saya dari lamunan siang.

Ketika saya menjumpai tamu di teras, benar rupanya tamu tersebut kawan sekampung yang setiap magrib jumpa saat shalat berjamaah di meunasah.

Sang tamu pun menjelaskan bahwa barusan dia nitip formulir Pilkada melalui isteri. Saya pun menyampaikan terimakasih kepadanya. Sambil bercanda saya berkata kepadanya, "Sekecil apapun kerja abang barusan, yang pasti hari ini abang telah membantu negara".

"Ya sabee sabee ta bantu negara, tapi negara Hana pernah dibantu lon", celetuk ya sambil tertawa renyah.

Lalu tanpa menunggu lama sang tamu bertanya serius, "Boh ka Pak hai, tema kali nyoe soe tapileh?.

Saya hanya tertawa menyeringai, tanpa sepatah pun menjawab. "Lon kali nyoe ban Saboh keluarga akan lon pileh lagee droe neuh pileh", tambahnya lagi dengan mimik tetap serius.

Saya tetap tidak menjawab.

Sambil beranjak pulang, dia kembali menegaskan, " Pokok jih lon sama ngen droe neuh, malam ceumeuchop (malam pemilihan) Kamoe ramee ramee meujak u rumoh droe neuh, malam nyan ta taguen itek sekalian neu bi peunutoh keu Kamoe", tegasnya dengan gaya bicara sedikit menekan.

Setelah tamu saya itu pulang, saya pun berpikir mungkin saja masih banyak rakyat kita sampai hari ini yang belum memutuskan pilihan mereka atau yang oleh pengamat politik disebut flooting mass.

AZAN magrib pun terdengar dari pengeras suara meunasah. Dari gema suara AZAN , nyaris bisa saya pastikan AZAN yang bergema tersebut dikumandangkan oleh muazin lain, bukan muazin yang selama ini mengumandangkan AZAN. Perasaan saya pun terasa lega karena ada variasi suara yang terus bergema sehari lima kali dari ampli TOA yang sudah TUA di meunasah kami itu. Seperti biasa saya pun siap siap ke meunasah untuk berjamaah .

Semoga Pilkada Aceh akan berjalan sukses.

Selamat datang PEMIMPIN BARU --- sekali lagi PEMIMPIN BARU --- Aceh dengan permasalahannya yang kompleks tidak bisa terus menerus diurus secara ala kadar. []

Baca juga yang lainnya

0 komentar

Silahkan tinggalkan komentar anda...